You are here:   Home Insight Personal Growth Jangan INGIN Berhenti Merokok

Jangan INGIN Berhenti Merokok

cigarrette“Pak, saya ingin berhenti merokok. Gimana caranya?” Tanya seorang teman kala berpapasan dengan saya.

“Kenapa?” Saya balik bertanya karena belum mengerti benar pertanyaannya.

“Saya pingiiiiin banget berhenti merokok, pak. Beritahu caranya dong.”

“Emang sekarang belum pingin banget?”

“Ya udah, pak. Maksudnya gimana?” Dia bertanya sambil mengusap cepat hidung dengan telunjuk kanannya.

“Lho, kalau sudah kepingin banget, ya udah. Terus saya bantu ngapain?” Tanya saya.

“Enng..” Bingunglah teman saya itu.

Saya tidak ingin dan sama sekali tidak bermasksud membuat bingung teman saya tadi. Terus terang justru saya yang seharusnya bingung dengan pernyataan dia. Dia ingin berhenti merokok dan kepingin tahu caranya. Bingung dong saya! Boleh kan?

Bingung?

Begini, ijinkan saya menjelaskan dengan cara lain. Teman saya minta diberitahu cara INGIN berhenti merokok sedangkan dia pada saat itu SUDAH INGIN berhenti merokok. Artinya dia sudah tahu caranya dan sudah melakukannya!

Bagaimana? Tambah bingung! Anda mungkin berpikir, “Kan teman tadi keinginannya adalah BERHENTI MEROKOK. Dia minta diajarin cara BERHENTI MEROKOK.”

Ingin berhenti merokok dan berhenti merokok adalah dua hal yang sangat berbeda. Ingin memulai suatu usaha dan memulai satu usaha juga hal yang sangat berbeda. Antara tidak ingin berhenti merokok dan ingin berhenti merokok sangat tipis sekali perbedaannya. Keduanya tidak akan membawa perubahan apapun di dalam hidup kita. Begitu juga dengan ingin memulai suatu usaha. Selama hal itu HANYA keinginan, maka hasilnyapun akan nihil.

Masih ingat Matrix Kesuksesan H.U.M.A.N Technology? Bagi Anda yang baru mendengar, saya akan jelaskan secara singkat mengenai matrix tersebut.

matrixkesuksesan1Manusia dalam melakukan segala sesuatu didorong oleh emosi (emotion). Saya tidak akan menjelaskan arti emosi. Bagi yang ingin mengetahui boleh membuka kamus bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia. Emosi itu ada yang nyaman atau pleasant dan ada yang tidak nyaman atau unpleasant. Contoh yang nyaman adalah bersemangat, gembira, atau termotivasi. Mengacu pada Matrix Kesuksesan H.U.M.A.N Technology Anda melihat ada empat matriks (bagian), mulai dari Berkeinginan sampai Merdeka!

Berkeinginan terjadi bila Anda mempunyai emosi yang nyaman sementara usaha (Action) Anda rendah. Semisal Anda usai menghadiri seminar motivasi dan sangat bersemangat INGIN berhenti merokok. Setiap kali bertemu teman, Anda berkata, “Saya ingin berhenti merokok sekarang. Saya sudah tahu caranya.” Sangat bersemangat bukan?

Sampai rumah Anda masih mempunyai semangat itu tetapi masih mengantongi satu bungkus rokok. “Ah, sayang. Udah dibeli ini. Nantilah kalau satu bungkus ini habis, aku baru berhenti.” Dan akhirnya Andapun berhasil, berhasil meneruskan kegiatan merokok.

Keadaan terjajah Anda alami ketika kenyamanan sangat rendah dan usahapun tiada. Dalam kasus berhenti rokok mungkin terjadi bila Anda sebenarnya bukan perokok dan Andqa masuk ke dalam lingkungan perokok. Agar bisa diterima maka Anda ikut-ikutan merokok padahal setengah mati menahan batuk dan rasa pusing yang mendera.

Sementara Anda jadi budak bila kenyamanan rendah sementara usaha tinggi. Anda berhasil menikahi istri Anda setelah meyakinkan dia dan orang tuanya bahwa Anda sudah berhenti merokok, padahal belum. Setelah menikah, Anda harus tinggal di rumah mertua selama satu bulan dan selama itu pula Anda harus memaksa diri untuk berhenti. Rasanya seperti apa? Ya. Seperti budak.

Anda Merdeka! bila kenyamanan Anda tinggi dan usaha Andapun nyata. Begitu Anda merasa bahwa berhenti merokok adalah sesuatu yang patut dilakukan, Andapun berhenti. Titik. Tanpa peduli berapa bungkus atau batang rokok yang Anda punyai. Just stop. Berhenti saja. Itu yang saya lakukan.

Kunci dari keberhasilan saya adalah kenyaman saya terhadap ‘kenyataan’ saya berhenti merokok dan action yang langsung saya ambil setelah berkali-kali saya meyakinkan diri saya dengan bertanya, “Mengapa saya bisa berhenti merokok dengan mudah?” Bila Anda yakin berhenti merokok bagus untuk Anda, ajukan pertanyaan itu pada diri Anda dan, yang terpenting, berhenti merokok.

Masih sulit?

Sekarang pertanyaannya adalah Anda berhenti atau tidak. Bukan Anda ingin berhenti atau tidak. Enough is enough! Sudah cukup alasan yang kita buat tentang apapun. Sekarang adalah waktunya bertindak. Ini bukan tentang uang yang Anda bisa sisihkan bila berhenti merokok. Ini sepenuhnya tentang keberanian Anda berhenti berdalih dan berhenti merokok. Mulai ajukan pertanyaan pada diri Anda sendiri, “Mengapa saya bisa berhenti merokok dengan mudah?” Kemudian berhentilah. Sekali lagi, berkeinginan berhenti merokok sama saja dengan keinginan tidak berhenti merokok. Bila Anda sekedar ingin, nikmatilah keinginan Anda. Bila Anda ingin berhasil, Merdeka!-kanlah diri Anda. BERHENTILAH!