You are here:   Home Insight Service & Cultures

H.U.M.A.N Company, Perusahaan Berkinerja dan Berdaya Cipta Unggul

Menggunakan Model H.U.M.A.NTM Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan


Human_compBila Anda adalah pengusaha atau pimpinan dalam suatu perusahaan, maka artikel ini sangat bermanfaat sebagai vitamin dalam kepemimpinan dan entrepreneurship Anda.

Kapan suatu perusahaan bisa mencapai tingkat keberhasilan yang sempurna? Jawabannya adalah bila setiap usaha yang diberikan oleh para karyawannya menghasilkan pujian demi pujian dari pelanggan dan setiap usaha yang diberikan oleh para pemimpinnya menghasilkan pujian demi pujian dari karyawannya. Para pelanggan perusahaan Anda mengenal perusahaan Anda dari interaksi mereka dengan produk yang dihasilkan oleh para karyawan dan interaksi langsung mereka dengan para karyawan Anda. Tingkat kesetiaan mereka terhadap perusahaan Anda dipengaruhi oleh ‘nilai’ yang mereka temukan dari produk perusahaan Anda dan, sebagai puncaknya, ditentukan oleh tingkat kebahagiaan mereka terhadap interaksi yang ditawarkan oleh karyawan Anda. Di sisi lain, produk unggul dan layanan luar biasa hanya bisa diberikan oleh para karyawan yang merasa penting, terlibat, dan dihargai oleh perusahaannya (baca: para pimpinannya).

Contoh dari uraian di atas sangat sederhana. Suatu pagi dalam salah satu perjalanan rutin saya melintas di jalur utama terpadat di Surabaya, saya melihat mobil box tua dengan warna kusam melintas perlahan berusaha menyeruak kemacetan. Pada bagian jendela, baik samping maupun belakang terdapat jeruji besi seperti mobil tahanan. Mata saya segera meneliti mobil itu untuk mencari identitas perusahaan pemiliknya. Di dua sisi mobil tersebut tertulis PT. XXX dengan ukuran huruf yang cukup besar walaupun warnanya memudar. Perusahaan tersebut cukup dikenal di level nasional. Mengapa saya tertarik mengamati mobil yang mirip mobil tahanan tersebut?

Read more...
 

Strategi Terbaik Untuk Memajukan Perusahaan Anda

business_strategyAda pertanyaan, “Apa faktor utama dari kesuksesan perusahaan Anda?” Dalam menjawab pertanyaan yang, sebenarnya, sederhana ini sebagian besar pemegang otoritas perusahaan biasanya memberikan jawaban yang (dibuat) terdengar se-smart-smart-nya. Contoh, “Seperti perusahaan lain tahun ini sebenarnya kamipun merasakan dampak dari krisis global. Tetapi tim management berhasil merumuskan grand strategy yang tepat sehingga walaupun untuk market growth tahun secara umum zero.. dst.. dlsb.” Anggap saja hal di atas benar, semestinya ada jawaban yang paling simple, jelas dan asli smart (bukan kedengaran smart).

“Faktor utamanya adalah manusia.”

Ada yang meragukan validitas jawaban di atas?

People are our greatest asset atau manusia adalah asset kami yang paling berharga adalah jargon yang biasa kita dengar di setiap perusahaan. Jargon tersebut dilandasi oleh penelitian-penelitian yang menyimpulkan bahwa manusia (baca: karyawan) di setiap perusahaan mempunyai peran sentral di dalam kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Bila manusia di dalamnya bahagia, maka bisa dipastikan perusahaan tersebut akan mengalami kesuksesan. Dari penelitian-penelitian itu akhirnya muncul teori service profit chain.


profit-chainKaryawan yang sangat berbahagia adalah titik tolak keberhasilan bisnis. Perhatikan ilustrasi di atas. Ketika para karyawan di satu perusahaan merasa sangat berbahagia bekerja maka mereka akan mempunyai the leadership in me atau jiwa kepemimpinan di dalam masing-masing individu. Jiwa kepemimpinan itu akan membuat karyawan lebih mampu mengembangkan intrinsic motivation atau motivasi dari dalam diri mereka sendiri dan mengimplementasikannya dalam bentuk kinerja yang produktif dan berkualitas. Hal ini pasti akan membuat para pelanggan sangat puas dengan produk atau jasa yang dihasilkan para karyawan itu. Hanya pelanggan yang SANGAT puaslah yang mempunyai kemungkinan terbesar untuk menjadi pelanggan loyal. Nilai seorang pelanggan loyal bisa puluhan kali lipat dari pelanggan biasa. Bukan berapa jumlah uang yang dibelanjakan pelanggan dalam sekali transaksi yang membuat suatu perusahaan kaya, tetapi berapa kali seorang pelanggan mau melakukan transaksi (repeat business) dengan perusahaan itu. Repeat business yang diberikan pelanggan sangat puas itu akan memberikan jaminan profitabilitas kepada perusahaan. Sebagian dari hasil profitabilitas tersebut harus secara bijak dialokasikan untuk pengembangan dan ‘penghargaan’ (atau lebih tepatnya, pe-manusia-an) SDM yang ada. Dari situ siklus akan kembali berputar.

Cukup ‘sederhana’ bukan cara untuk menumbuh kembangkan bisnis Anda? Ah, masa iya sih sesederhana itu? Mungkin pertanyaan itulah yang justru dijadikan jawaban atas pertanyaan sebelumnya.

Hal sederhana sering kali menjadi rumit ketika tidak dilakukan. Kita sudah tahu bahwa people are the greatest asset alias manusia adalah asset yang paling berharga tetapi apa yang kita lakukan justru bertolak belakang dengan pengetahuan itu. Masa iya sih?

Read more...